Pemikiran-pemikiran tentang
ekonomi sudah sangat bekembang pada abad ke-XV, saat terjadi revolusi pertanian
di Eropa. Akan tetapi, pengakuan terhadap ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu
tersendiri baru diberikan pada abad ke-XVIII, setelah tokoh Adam Smith muncul
dalam percaturan ekonomi. Adam Smith (1729-1790), tidak disangsikan lagi,
merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian dikenal sebagai aliran
klasik.
John Adam Smith adalah
seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia. Ia lahir pada 5 Juni 1723 di
kirkcaldy, Fife, Skotlandia. Beliau dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia
setelah menerbutkan sebuah buku yang berjudul: The Wealth of Nations. Secara garis
besar, buku ini membahas mengenai: apa yang menentukan tingkat kemakmuran suatu
bangsa dan bagaimana taraf hidup rakyat dapat ditingkatkan dan didistribusikan.
Menurut Adam Smith, secara
sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk
mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuantertentu.Dalam analisisnya,
Adam Smith banyak menggunakan istilah-istilah normatif seperti: nilai (value),
kekayaan (welfare), dan utilitas (utility) berdasarkan asumsi berlakunya hukum
alami.
Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Cause of the
Wealth of Nations (1776) ia mengemukakan tentang proses pertumbuhan ekonomi
dalam jangak panjang secara sistematis.
Terdapat dua aspek utama
dalam pertumbuhan ekonomi:
A. Pertumbuhan output total
B. Pertumbuhan penduduk.
A. Pertumbuhan output yang akan dicapai
dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini :
1. Sumber-sumber alam
2. Tenaga kerja (pertumbuhan
penduduk)
3. Jumlah persediaan (stok
barang modal yang ada)
Sumber daya alam
sumber daya alam yang
tersedia merupakan wadah yang mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat.
Jumlah sumber daya yang tersedia merupakan “batas maksimum” bagi pertumbuhan
suatu perekonomian, Maksudnya jika sumber daya ini belum digunakan sepenuhnya,
maka jumlah penduduk dan stok modal yang ada memegang penranan penting dalam
pertumbuhan output.Tetapi pertmbuhan output tersebut akan berhenti jika semua
sumber daya alam tersebut telah digunakan secara penuh.
Tenaga Kerja
Sumber daya insani (jumlah
penduduk) mempunyai peranan yang pasif dalam proses pertumbuhan output.
Maksudnya, jumlah penduduk akan menyeuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga
kerja dari suatu masyarakat.
Jumlah Persediaan (stok barang modal yang
ada)
Pengaruh stok modal terhadap
tingkar output total bias secara langsung dan tidak lansung. Pengaruh langsung
ini maksudnya adalah karena pertambahan modal (sebagai input) akan langsng
meningkatkan output. Sedangkan pengaruh tidak langsung maksudnya adalah
peningkatan produktifitas perkapita yang dimungkinkan oleh karena adanya
spesialisasi dan pembagian kerja yang lebih tinggi.
B. Pertumbuhan Penduduk.
Menurut Adam Smith, jumlah
penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari
tingkat upah sub sisten yaitu tngkat upah yang pas-pasan untuk hidup. Jika
tingkat upah diatas tingkat sub system, maka orang-orang akan menikah pada umur
muda, tingkat kematian menurun, dan jumlah kelahiran akan terus mengalami
peningkatan. Namun sebaliknya jika tingkat upah yang berlaku lebih rendah dari
tingkat upah sub sisten, maka jumlah penduduk akan menurun.
Tingkat upah yang belaku,
menurut Adam Smith, ditentukan oleh tarik menarik antara kekuatan permintaan
dan penawaran tenaga kerja. Tingkat upah yang tinggi dan meningkat jika
permintaan akan tenaga kerja tumbuh lebih cepat dari pada penawaran tenaga
kerja.
Sementara itu permintaan akan
tenaga kerja ditentukan oleh stok modal dan tingkat output masyarakat. Oleh
karena itu, laju pertumbuhan permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh laju
pertumbuhan stok modal (akumulasi modal) dan laju pertumbuhan output
sumber :
Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA. Jakarta:
Esis
No comments:
Post a Comment